Jumat, 31 Agustus 2012

Band Indonesia yang Berganti Nama

Tiap nama pasti memiliki sebuah makna. Ini berlaku juga dengan nama untuk sebuah band. Beberapa band di Indonesia bahkan tak segan mengganti namanya. Ada banyak alasan. Hoki, tuntutan atau beberapa sebab lain.
Ada yang sukses setelah mengganti nama, ada pula yang 'balik kucing' dengan menggunakan nama lamanya. Inilah beberapa band yang beganti nama:

1. Noah

Mereka terpaksa mengganti nama setelah 2 personel mereka, yakni Andika dan Indra mengundurkan diri dari band dan membentuk band baru bernama The Titans. Peterpan sebenarnya telah berjanji akan mengumumkan nama barunya pada 2009 lalu. Namun rencana itu gagal setelah sang pentolan, Ariel, harus mendekam di penjara akibat kasus video porno. Rumor tentang nama baru itu pun makin kencang. Feather adalah salah satu nama yang dirumorkan bakal menggantikan band ini. Akhirnya mereka menggunakan nama "Noah" sebagai nama bandnya.
Sebelumnya, Ariel dan kawan-kawan sempat menggunakan nama Topi untuk bandnya pada 1997 silam.

2. The Kubs
Kantor KapanLagi.com® mendadak 'disatroni' oleh gerombolan The Kubs.
Grup horror komedi ini sempat mengejutkan publik musik Indonesia saat mengganti nama bandnya di saat sedang berada di puncak karir. Kuburan resmi mengganti nama bandnya menjadi The Kubs pada September 2011 lalu. Perubahan konser dan peringatan 1 dekade kiprah mereka menjadi alasan utama perubahan nama tersebut. Para personel Kuburan mengungkapkan bahwa perubahan nama ini sebenarnya sudah mereka rancang dari dulu.

3. Govinda 

Domino mengganti nama menjadi Govinda awal tahun lalu. Kekhawatiran terhadap pemaknaan menjadi alasan utama bagi Ifan dan kawan-kawan. Ifan berpendapat bahwa kata Domino memiliki konotasi yang negatif di Indonesia, berbeda jauh dengan makna yang mereka maksud, yakni Dewa paling tinggi (Bahasa Yunani). Pemilihan nama Govinda juga bukan tanpa sebab. Mereka menganggap Govinda merupakan nama yang mudah diingat dan menarik.

4. Armada
Lagu 'Buka Hatimu' Juga Bukan Milik Armada?
Tidak banyak yang tahu bila Rizal dan kawan-kawan sebenarnya sempat menggunakan nama Kertas untuk bandnya pada 2007 silam. Bahkan ketika masih bernama Kertas, mereka sebenarnya telah merilis 2 album meski tak terlalu sukses. Tahun 2008 mereka akhirnya berganti nama menjadi Armada. Sejak berganti nama menjadi Armada, Rizal mengaku bandnya meraih kesuksesan yang tidak ia dapatkan saat masih bernama Kertas.

5. KLa Project

Band asal Jakarta yang berdiri sejak 1989 ini sempat beberapa kali mengganti namanya. Keluarnya Lilo pada tahun 2001 dan masuknya Erwin Prasetya, Yoel Vai dan Hari Goro membuat Katon Bagaskara dan Adi Adrian mengubah nama bandnya menjadi NuKLa. Katon memutuskan untuk kembali menggunakan nama KLa pada 2006. Alasannya, citra KLa lama masih terlalu kuat dan sulit untuk diganti.

6. Marvells

Awalnya band ini menggunakan nama The Cat dan sempat merilis satu album pada tahun 2002 silam. Jeda yang lama dan atas kesepakatan dengan pihak label, The Cat akhirnya mengubah namanya menjadi Marvells pada tahun 2007 sekaligus menandai album baru mereka. Para personel menganggap Marvells memilih arti yang bagus untuk dipakai band mereka, yakni keajaiban.

7. Gugun Blues Shelter

Gugun Blues Shelter sempat populer dengan nama The Blues Bug pada awal terbentuknya band, 2004. Sebelum menggantinya dengan nama Gugun Blues Shelter, mereka lebih dulu menggunakan nama Blue Hand Gang. Gugun dan kawan-kawan terpaksa meninggalkan nama The Blues Bug setelah mengetahui ada sebuah band asal Yunani yang lebih dulu menggunakan nama yang sama.

8. Yovie & Nuno

Meski tidak terlalu mencolok, Yovie & Nuno sebelumnya sempat menggunakan Yovie & The Nuno pada tahun 2004. Namun mereka kembali menggunakan nama lama mereka pada tahun 2007, tepat ketika Yovie dan kawan-kawan merilis album ketiga mereka, THE SPECIAL ONE.

Tentu ada alasan dan pertimbangan yang matang bagi mereka sebelum mengambil keputusan untuk mengganti nama band mereka. Nama mana yang lebih baik? Anda tentu memiliki pendapat sendiri.
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar