Kamis, 16 Agustus 2012

5 Korban Kutukan Dewa Yunani

Bangsa Yunani telah mewariskan berbagai hal yang luar biasa. Pertama olimpiade, kelezatan gyro, dan salah satu yang paling diingat dalam literasinya adalah Mitologi, kisah dewa- dewinya yang penuh intrik, skandal dan kepahlawanan. Dan Salah satu bumbu kisah mitologi yang menarik adalah  kutukan, ataupun pengasingan merupakan salah satu hukuman yang biasa dijatuhkan para dewa-dewi tersebut terhadap mereka yang membangkang. Namun para dewa terkadang dikenal tidak adil dalam menilai sebuah kesalahan, mereka terlalu menilai dengan penilaian pribadi. Berikut  5 korban kutukan dewa Yunai:

1. Actaeon

Actaeon adalah seorang lelaki, yang menghabiskan hidupnya untuk berburu binatang liar yang selalu ditemani oleh anjing setianya. Hingga pada suatu hari  menjelang matahari terbenam, ketika ia sedang berburu seperti biasa, tidak sengaja ia melihat sosok Artemis yang sedang membersihkan tubuhnya di sebuah danau. Seperti layaknya  lelaki, Actaeon tertarik untuk menikmati keindahan tubuh seorang perempuan yang ada dihadapannya.
Ketika Artemis kemudian mengetahui bahwa ia sedang diperhatikan secara diam-diam. Merasa dilecehkan, Artemis pun menghukum Actaeon dengan sebuah kutukan tidak boleh berbicara sepanjang hidupnya, dan seandainya ia melanggarnya maka bentuk tubuhnya akan berubah menjadi kijang. Namun Actaeon pada suatu pesta perburuan melanggar kutukannya tersebut, sehingga ia menjadi seekor kijang. Hidupnya berakhir dengan tragis karena tewas akibat cabikan dan gigitan anjingnya sendiri. Sebuah kutukan yang diawali oleh ketidak sengajaan dan rasa penasaran.

2. Arachne

Arachne adalah seorang perempuan penenun yang handal. Seperti kebanyakan orang-orang sukses lainnya, ia kemudian berubah menjadi seorang yang ambisius. Ia bahkan sesumbar mampu mengalahkan kelihaian Athena (dewi kebijaksanaan, dan dewi keindahan/seni tenun). Mendengar hal demikian, merasa dipermalukan.  Ia pun melakukan sebuah penyamaran, mendatangi dan menantang Arachne untuk beradu kelihaian dalam menenun. Arachne menyanggupinya, ia pun menenun sebuah potrait dewa yang sedang berpesta erotis. Walaupun tenunan permadani Arachne sangat sempurna, Athena tetap merasa tersinggung dan marah.
Athena yang marah menghancurkan tenunan Arachne dan menyentuh dahinya.  Akibat sentuhan tangan Athena, Arachne selalu dihantui oleh rasa bersalah. Depresi yang terus membebani membuatnya frustasi dan memutuskan untuk gantung diri. Namun rasa bersalah pun menghinggapi Athena, ia kemudian memutuskan untuk menghidupkan kembali Arachne dan merubahnya menjadi seekor laba-laba.

3. IO

Zeus dikenal sebagai dewa yang suka bermain-main dengan mahluk bumi, terlebih dengan sosok perempuan. Salah satu yang ia dekati adalah perempuan cantik bernama IO, mereka pun kemudian terlibat dalam sebuah skandal hubungan asmara. Namun karena Zeus tak ingin hubungan mereka diketahui oleh isterinya (Hera) yang dikenal sebagai seorang pencemburu, ia meubah IO menjadi seekor sapi. Namun Hera bukanlah perempuan yang bodoh, ia menginginkan IO sebagai hadiah.
Nasib IO sungguh malang, walaupun ia tidak benar-benar bersalah, namun ia memang telah mendapatkan hati Zeus. Bahkan Zeus berniat untuk mengembalikan wujud IO kembali ke asal, ia pun memerintahkan Hermes untuk membunuh Argus (penjaga IO). Namun hal tersebut tercium oleh Hera, sehingga ia mengejar IO dan menyengat bagian belakang tubuhnya, sehingga IO tidak bisa kembali kepada wujud asalnya.

4. Sisyphus
Zeus berniat menculik putri dari dewa sungai Asopus, untuk dijadikan budak seksnya. Namun Sisyphus  mengetahui keberadaan perempuan idaman Zeus tersebut, namun ia membuat keputusan yang bodoh dan mengatakan kepada Asopus keberadaan putrinya itu.
Mendengar perbuatannya diketahui, dan terbakar rasa malu, Zeus pun naik pitam. Ia pun mengutuk Sisyphus. Sisyphus selalu berjalan mendorong batu naik turun bukit, melalui jalanan yang sama sepanjang hidupnya.

5. Narcissus
Narcissus, merupakan sosok lelaki penakluk hati perempuan. Ketika ia berusia 15 tahun, setiap gadis di desanya banyak yang menginginkannya sebagai kekasih. Suatu hari, seorang bidadari bernama Echo mengikutinya ke dalam hutan. Namun ketika Narkissos mengetahui bahwa bidadari tersebut tertarik kepadanya, Narcissus malah bersikap sebaliknya bahkan mengucapkan hal yang menyakitkan.
Semenjak itu Echo selalu bersedih, ia menghabiskan waktunya hanya dengan kemuraman. Sampai akhirnya Nemesis mendengar doanya, ia pun menghukum Narkissos dengan memberinya sebuah ramuan. Dan ketika Narkissos melihat bayangan wajahnya yang terpantul di atas permukaan air, saat itu pun ia jatuh cinta, dan ketika wajah itu adalah dirinya, ia frustasi hingga akhirnya mati akibat terbunuh rasa cintanya. Jiwannya pun dikirim ke neraka paling gelap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar