Rabu, 15 Agustus 2012

10 Sistem Penulisan yang Belum Terpecahkan

Manusia sebagai mahluk berbudaya, dikenal dengan kreatifitas dan inovasinya. Dan itu terjadi sedari ribuan tahun lalu sebelum masehi, beberapa aktifitas sosial dan keagamaan mereka rekam ataupun dicatat melalui gambar, simbol, ikon, ataupun karakter huruf, yang dimaksudkan agar orang lain mengerti dan memahami maksudnya. Namun seiring dengan pergerakan zaman dan gejolak perubahan alam yang tidak bisa ditolerisasi, banyak rantai yang hilang untuk memahami bahasa serta sistem penulisan, seperti yang diteliti oleh para arkeolog modern, dan menjadikan sistem penulisan tersebut menjadi sebuah misteri. Berikut 10 sistem penulisan yang belum terpecahkan:

1. Rongorongo

Masyarakat, Rapa Nui telah meninggalkan sebuah warisan yang sangat berharga, indah namun sekaligus menyisakan banyak misteri bagi para peneliti modern. Masyarakat Moai yang merupakan penduduk yang mendiami Pulau Paskah, memiliki sebuah sistem penulisan yang rumit dan belum terpecahkan. Misteri tesebut dikenal dengan tulisan Rongrongo yang terdapat pada sebuah prasasti. Berdasarkan keterangan yang diperoleh secara lisan dari masyarakat setempat, hanya ada beberapa orang yang mampu membaca dan semuanya telah meninggal. Dan keunikan dari tulisan rongrongo ini adalah karakter huruf yang tidak ditemukan di daerah-daerah lain di sekitar Kepuluan Pasifik. Ada kemumngkinan jika rongrongo ini bukan sebuah sistem penulisa, namun lebih ke simbol, rumusan, kode, yang dipakai sebagai petunjuk teknis ataupun lainnya, yang hanya dimengerti oleh sebagian orang saja—Seperti ukiran yang dimiliki oleh Suku Maori di di Selandia Baru. Tulisan rongrongo ini hingga sekarang masih ada dan menyimpan misteri.

2. Linear A

Di awal abad ke 20, dunia ilmu pengetahuan dikejutkan dengan penemuan sebuah kode dari bahasa kuno masyarakat Crete (Yunani), yang dikemudian dikenal dengan Linear B. Pada tahun 1951, tidak hanya simbolnya saja yang dijelaskan, namun prononsiasi yang juga dimilikinya. Penemuan sistem tulisan Linear B menyimpulkan bahwa sistem inilah yang menjadi format tulisan Yunani Kuno dahulu, walaupun secara konsensus akademis bertentangan. Kemajuan sistem tulisan ini merupakan himbauan mengenai sistem penulisan yang sudah mati lainnya. Dan sebelum ditemukannya sistem penulisan Linear B, terlebih dahulu ditemukan Linear A dan Heiroglyphs masyarakat Crete, yang kemungkinan pernah digunakan pada 2000 tahun lalu sebelum masehi. Baik sistem penulisan Linear A dan B, hingga sekarang masih ditelitidan belum bisa diuraikan.

3. Manuskrip Voynich

Manuskrip Voynich adalah salah satu sistem penulisan yang penuh misteri dan membingungkan yang pernah ada. Akibatnya ada beberapa peneliti yang menyimpulkan bahwa kemungkinan manuskrip ini hanyalah sebuah tipuan, main-main, ataupun merupakan sebuah petunjuk mengenai sesuatu. Manuskrip ini diyakini berasal dari abad ke 15. Para peneliti tidak mengetahui siapa yang membuat, apa yang dikatakan dalam manuskrip tersebut dan untuk apa manuskrip itu dibuat—apalagi banyak halaman yang hilang. Beberapa analisa statistik menunjukan bahwa sistem penulisan Voynich ini memliki kesamaan bentuk dengan sistem penulisan Inggris dan Latin, namun hingga sekarang para kriptografer masih mencoba menguraikan cara informasi yang ada di dalamnya disandikan dan alafabet yang digunakan. Ada kemungkinan  bahwa manuskrip Voynich ini dibuatoleh seseorang yang terobsesi pada sebuah teka-teki, ataupun seni kriptografi, ia memadukan bahasa dan teka-teki yang sampai sekarang belum terpecahkan.

4. Jiahu

Simbol Jiahu kemungkinan merupakan sistem penulisan tertua yang pernah ditemukan. Sebuah keterangan menyatakan bahwa Jiahu telah digunakan sejak 6600 tahun sebelum masehi, hanya memiliki 16 karakter/huruf,dan ditemukan di antara artefak lainnya di China. Simbol-simbol yang dimiliki Jiahu memiliki kemiripan dengan yang digunakan kemudian—sistem penulisan China. Tulisan Jiahu ini diyakini merupakan tulisan yang digunakan untuk hal keagamaan—ramalan, sabda, nasihat. Sehingga sangat berhubungan dengan tulisan-tulisan keagamaan Shang yang terdapat dalam ukiran tulang di China, namun jarak penggunaan keduanya cukup jauh, 5.000 tahun. Walaupun masih berupa simbol dan karakter dasar, Jiahu dikatakan sebagai tulisan tertua yang belum dapat diuraikan informasi yang ditulisnya.

5. Issyk Kurgan

Di belahan dunia bagian tenggara,di Kazakhztan pada tahun 1969, sebuah pemakaman berhasil ditemukan, dan terkubur di dalamnya sesosok mayat yang berpakaian ksatria ataupun pangeran dengan sebuah cangkir perak. Di sekitarnya ditemukan pula sebuah prasasti yang isinya masih menjadi misteri. Satu-satunya petunjuk dari sistem penulisan prasasti tersebut adalah kedekatannya dengan varian dialek Scythian, walaupun tidak ada kepastian. Sementara sosok jenazah yang berpakaian pangeran tersebut, memiliko 4.000 ornamen emas diatas kain merah yang membalur tubuh mayat tersebut.

6. Tulisan Hindustan

Selama 600 tahun semenjak 26 Abad sebelum masehi, peradaban manusia di Lembah Hindustan telah tumbuh subur, dan memiliki sistem penulisan rinci dan rumit—hingga sekarang belum bisa diterjemahkan dan dibandingkan dengan sistem penulisan lain. Tulisan ini dikenal sejak 1870’an, semula para akademisi dan peneliti mengira bahwa tulisan Indus ini milik bangsa Dravida namun tidak ada bukti yang menguatkannya. Tulisan Lembah Hindustan ini memiliki 3700 cap/segel yang ditemukan, dan memiliki 417 huruf ataupun simbol. Umumnya tulisan tersebut digunakan sebagai segel dan hanya lima simbol saja. Diperkirakan cara membacanya dari kanan ke kiri, dan umumnya berupa gambar, namun beberapa berupa simbol abstrak.

7. Olmec

Hanya ada satu contoh saja dari sebuah tulisan yang diyakini berkaitan dengan Kerajaan Olmec,yakni Cascajal Block (Batu Cascajal), yang diperkirakan digunakan di awal milenium pertama sebelum masehi. Tulisan ini ditemukan berupak bongkohan reruntuhan bangunan di sebuah situs sejarah. Bongkahan batu tersebut memiliki 62 simbol,beberapa menyerupai tanaman lokal. Namun sangat disayangkan, karena tulisan dan huruf yang dimiliki sangat kecil dans edikit sehingga susah untuk diterjemahkan. Cascajal Block ini merupakan salah satu penemuan tulisan kuno yang berumur lebih dari ratusan tahun. Tulisan yang dimikinya pun sangat berbeda dengan tulisan yang ditemukan di berbagai belahan dunia manapun.

8. Tulisan Paleohispanis Barat daya
Tulisan Paleohispanis Barat daya banyak sekali diperdebatkan dari segi penafsiran. Bahkan beberapa orang tidak menyukai untuk menamakannya dengan Barat daya, karena tidak ada hubungannya sekalipun. Sistem penulisan ini berhasil ditemukan pada ratusan batu yang ada di bagian barat daya Spanyol, tulisan ini diperkirakan digunakan pada 700 tahun sebelum masehi. Hanya sedikit akademisi dan peneliti yang menyetujui bahwa bahasa kuno digunakan sebagai tulisan batu pemakaman dan menuliskannya secara spiral.

9. Cakram Phaistos
Cakram Phaitos merupakan salah satu sampel utama hiroglif Bangsa Cretes yang dugunakan pada 2000 tahun sebelum masehi. Tulisan ini memiliki hubungan dengan tulisan Linear A dan B, cakram yang berukuran 15cm, memiliki tulisan di kedua sisinya.  Tulisan yang terdapat di atas cakram Phaitos ini memerlukan kecermatan dan kecerdasan yang intensif untuk dapat membuka  kode dan menafsirkan informasi yang ada di dalamnya. Memiliki 45 simbol/huruf, dengan  pola menulis secara spiral. Beberapa sejarawan ada yang menyebutnya sebagai papan permainan, cerita, atau bahkan sesuatu yang berhubungan dengan geometri.

10. Batu Singapura

Batu Singapura merupakan bongkahan besar batu pasir yang ditemukan di Singapura, ditemukan bersamaan dengan tulisan asli bangsa Asia Tenggara yang ada di atasnya. Diperkirakan tulisan ini telah ada sekita abad ke 10 dan 13, dan bahkan mungkin saja merupakan tulisan Jawa Kuno ataupun Sanskerta. Namun sangat disayangkan,  kondisi batu tersebut cukup memprihatinkan, hampir hancur. Beberapa bagian batu yang masih terbaca, karena batu tersebut ditemukan ketika proses pelebaran jalur sungai yang dilakukan pada tahun 1843. Namun hingga saat ini tulisan serta informasinya masih menjadi sebuah misteri, tidak ada satu pihak pun yang mampu menerjemahkan tulisan tersebut

Tambahan
Isthmian

Isthmian skrip berasal dari Mesoamerika, sekitar 500BCE sampai 500CE, dan kita belum tahu apa yang dikatakannya. Ini jelas suatu sistem penulisan yang sepenuhnya dikembangkan, dan analisis dari tulisan ini menyimpulkan bahwa tampaknya skrip ini adalah logosyllabic. Sistem ini digunakan oleh orang-orang pasca-Olmec, dan didasarkan sekitar dua set karakter: yang pertama adalah logograms, di mana masing-masing simbol ewakili seluruh kata, yang lain digunakan untuk mewakili suku kata. Ini bahasa mashup linguistik. Sejauh ini hanya 10 artefak yang telah ditemukan dengan script ini pada mereka, tapi itu jelas sebuah sistem sepenuhnya terbentuk. Karena hanya ada sedikit contoh, mereka yang mengklaim telah mampu menerjemahkannya tidak begitu bisa dikonfirmasi kebenarannya .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar